Tuesday, October 14, 2014

MENGAPA PENYAKIT ISPA BANYAK TERJADI DI MASYARAKAT?

Pengertian ISPA
ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. ISPA meliputi saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. ISPA adalah infeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14 hari. Yang dimaksud dengan saluran pernapasan adalah organ mulai dari hidung sampai gelembung paru, beserta organ-organ disekitarnya seperti : sinus, ruang telinga tengah dan selaput paru
Istilah ISPA meliputi tiga unsur yakni ‘infeksi’, ‘saluran pernapasan’, dan ‘akut’, dimana pengertiannya adalah sebagai berikut :
1. Infeksi
Yang dimaksud dengan infeksi adalah masuknya kuman atau mikroorganisme ke dalam tubuh manusia dan berkembang biak sehingga menimbulkan gejala penyakit.
2. Saluran pernapasan
saluran pernafasan adalah organ yang mulai dari hidung hingga alveoli beserta organ adneksanya seperti sinus-sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Dengan demikian ISPA secara anatomis mencakup saluran pernafasan bagian atas, saluran pernafasan bagian bawah (termasuk jaringan paru-paru) dan organ adneksa saluran pernafasan. Dengan batasan ini maka jaringan paru termasuk dalam saluran pernafasan (respiratory tract).
3. Akut
infeksi akut adalah infeksi yang berlangsung sampai dengan 14 hari. Batas 14 hari ini diambil untuk menunjukkan proses akut meskipun untuk beberapa penyakit yang dapat digolongkan dalam ISPA proses ini dapat berlangsung lebih dari 14 hari (DepKes. RI, 1998 : 3 dan 4).
Berdasarkan definisi-definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ISPA adalah suatu keadaan dimana kuman penyakit berhasil menyerang alat-alat tubuh yang dipergunakan untuk bernafas yaitu mulai dari hidung, hulu kerongkongan, tenggorokan, batang tenggorokan sampai ke paru-paru, dan berlangsung tidak lebih dari 14 hari.
KLASIFIKASI ISPA
Program Pemberantasan Penyakit ISPA (P2 ISPA) membagi penyakit ISPA dalam 2 golongan yaitu pneumonia (radang paru-paru) dan yang bukan pneumonia.
Pneumonia dibagi lagi atas derajat beratnya penyakit, yaitu pneumonia berat dan pneumonia tidak berat.
Berikut ini adalah klasifikasi ISPA berdasarkan P2 ISPA :
• pneumonia : ditandai secara klinis oleh adanya napas cepat.
• pneumonia berat : ditandai secara klinis oleh adanya tarikan dinding dada ke dalam.
• bukan pneumonia : ditandai secara klinis oleh batuk pilek, bisa disertai demam, tanpa tarikan dinding dada kedalam, tanpa napas cepat.
ETIOLOGI PENYAKIT ISPA
Etiologi ( ilmu pengetahuan atau teori tentang faktor penyebab. suatu penyakit atau asal mula penyakit, Dorland (2002)) ISPA terdiri dari lebih dari 300 jenis penyakit bakteri, virus, dan riketsia. Virus penyebab ISPA antara lain adalah golongan Miksovirus, Adenvirus, Koronavirus, Pikornavirus, Mikoplasma, Herpesvirus dan lain-lain .
GEJALA PENYAKIT ISPA
Berikut ini adalah gejala ISPA pada anak-anak :
• Demam
• Batuk
• Pilek, hidung tersumbat, atau bersin-bersin
• Nyeri tenggorokan/nyeri menelan
• Suara serak
• Sakit kepala, badan pegal-pegal, atau nyeri sendi
• Lesu, lemas
• Sesak napas



Mengapa penyakit ispa banyak di derita oleh masyarakat?
ISPA adalah salah satu jenis penyakit infeksi  yang  paling sering menyerang kesehatan masyarakat dengan  penularan yang  sangat cepat , Penularan penyakit ISPA dapat terjadi melalui udara yang telah tercemar, bibit penyakit masuk kedalam tubuh melalui pernafasan, oleh karena itu maka penyakit ISPA ini termasuk golongan Air Borne Disease. Penularan melalui udara dimaksudkan adalah cara penularan yang terjadi tanpa kontak dengan penderita maupun dengan benda terkontaminasi. Sebagian besar penularan melalui udara dapat pula menular melalui kontak langsung. Hal tersebut melatar belakangi penyakit ispa di derita oleh masyarakat karena cara penularan yang sangat umum dengan kehidupan masyarakat yang dimana penyakit ini dapat menimbulkan kematian.
Umumnya Penyakit ISPA merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak, karena sistem pertahanan tubuh anak masih rendah. Kejadian penyakit batuk-pilek pada balita di Indonesia diperkirakan 3 sampai 6 kali per tahun, yang berarti seorang balita rata-rata mendapat serangan batuk-pilek sebanyak 3 sampai 6 kali setahun.
ISPA yang berlanjut menjadi pneumonia (radang paru-paru) sering terjadi pada anak-anak terutama apabila terdapat gizi kurang dan dikombinasi dengan keadaan lingkungan yang tidak sehat. Risiko terutama terjadi pada anak-anak karena meningkatnya kemungkinan infeksi silang, beban immunologisnya terlalu besar karena dipakai untuk penyakit parasit dan cacing, serta tidak tersedianya atau malah berlebihannya pemakaian antibiotik.
Hingga saat ini angka kematian akibat ISPA yang berat masih sangat tinggi. Kematian seringkali disebabkan karena penderita datang untuk berobat dalam keadaan parah/lanjut dan sering disertai penyulit-penyulit dan kurang gizi.
Secara umum terdapat 3 (tiga) faktor resiko terjadinya ISPA yaitu faktor lingkungan, faktor individu anak , serta faktor perilaku.
1. Faktor lingkungan
a. Pencemaran udara dalam rumah
b. Ventilasi rumah
c. Kepadatan hunian rumah
2. Faktor individu anak
a. Umur anak
b. Berat badan lahir
c. Status gizi
d. Vitamin A
e. Status Imunisasi
3. Faktor perilaku
Faktor perilaku dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit ISPA pada bayi dan balita dalam hal ini adalah praktek penanganan ISPA di keluarga baik yang dilakukan oleh ibu ataupun anggota keluarga lainnya. Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang berkumpul dan tinggal dalam suatu rumah tangga, satu dengan lainnya saling tergantung dan berinteraksi. Bila salah satu atau beberapa anggota keluarga mempunyai masalah kesehatan, maka akan berpengaruh terhadap anggota keluarga lainnya.

Kesimpulan: 
Banyaknya masyarakat yang mengidap penyakit ispa dikarenakan faktor perilaku masyarakat itu sendiri, cara penularannya yang sangat cepat dan umum dengan kehidupan masyarakat terutama pada balita dan anak anak yang sistem kekebalan tubuhnya masih rendah sehingga lebih memungkin balita dan anak anak untuk menderita penyakit ispa. 



sumber:
https://www.facebook.com/notes/kis-komunitas-istri-sholehah/ispa-infeksi-saluran-napas-akut/204197306273500
https://m.facebook.com/notes/keluarga-sehat-klinikita/ispa-penyakit-yang-sering-muncul-/119661940543/
http://kamidarisemua.wordpress.com/2012/03/09/kami-dari-semua-mengenal-jenis-penyakit-ispa-flu-dan-pilek-pada-bayi-dan-anak-anak-pencegahan-gejala-pemeriksaan-dan-diagn
http://diskes.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/863

Wednesday, October 8, 2014

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

JAMINAN KESEHATAN NASIONAL
Mulai 1 Januari 2014 sistem Jaminan Sosial terbaru atau JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) resmi diberlakukan. Namun masih banyak warga yang belum tahu apa itu BPJS Kesehatan dan JKN.

1.      pengertian jaminan kesehatan nasional (JKN)

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah.  Yang terkait dengan jaminan kesehatan nasional adalah:
1. Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) adalah suatu tata cara penyelenggaraan program jaminan sosial oleh beberapa badan penyelenggara jaminan sosial.
2. Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) adalah Dewan yang berfungsi untuk membantu Presiden dalam perumusan kebijakan umum dan sinkronisasi penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional.
3. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan.

2.      Siapa saja saja peserta JKN

Sesuai Undang-undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dengan adanya JKN, maka seluruh masyarakat Indonesia akan dijamin kesehatannya. Dan juga kepesertaanya bersifat wajib tidak terkecuali juga masyarakat tidak mampu karena metode pembiayaan kesehatan individu yang ditanggung pemerintah.





3.      kelompok dalam BPJS               

a) PBI Jaminan Kesehatan.
Penerima Bantuan Iuran (PBI) adalah peserta Jaminan Kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu sebagaimana diamanatkan UU SJSN yang iurannya dibayari Pemerintah sebagai peserta program Jaminan Kesehatan. Peserta PBI adalah fakir miskin yang ditetapkan oleh Pemerintah dan diatur melalui Peraturan Pemerintah.
b) Bukan PBI jaminan kesehatan.
Peserta bukan PBI jaminan kesehatan terdiri dari:
1) Pekerja penerima upah dan anggota keluarganya
2) Pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya.
3) Buka pekerja dan anggota keluarganya

4. Fasilitas yang didapat jika ikut JKN
A. Untuk peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran)
a) Pekerja penerima upah ( PNS, Anggota TNI/POLRI, Pejabat Negara, Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri dan Pegawai Swasta, akan mendapatkan pelayanan kelas I dan II
b) Pekerja bukan penerima upah (Pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri, karyawan swasta) akan mendapatkan pelayanan kelas I, II dan III sesuai dengan premi dan kelas perawatan yang dipilih.
c) Bukan pekerja (investor, pemberi kerja, penerima pensiun, veteran, perintis kemerdekaan serta janda, duda, anak yatim piatu dari veteran atau perintis kemerdekaan. Termasuk juga wirausahawan, petani, nelayan, pembantu rumah tangga, pedagang keliling dan sebagainya) bisa mendapatkan kelas layanan kesehatan I, II, dan III sesuai dengan premi dan kelas perawatan yang dipilih.

B. Penerima Bantuan Iuran (PBI)
Orang yang tergolong fakir miskin dan tidak mampu yang dibayarkan preminya oleh pemerintah mendapatkan layanan kesehatan kelas III


5. Berapa iuran untuk Karyawan, PNS, TNI/POLRI, pedagang, investor, pemilik usaha atau perusahaan atau pihak yang bukan Penerima Bantuan Iuran
Jenis kepesertaan           Total iuran           pembayar           Dasar perhitungan
Jenis kepesertaan
Total iuran
pembayar
Dasar perhitungan
1.       PNS, TNI, POLRI
5%
3% pemerintah
2% pekerja
Gaji pokok dan tunjangan keluarga
2.       Pegawai pemerintah non PNS
5%
3% pemerintah
2% pekerja
Gaji tetap
3.       Pekerja penerima upah swasta, BUMN, dll
a.       (2014)

b.      (2015)



4.5 %

5%




4% pemberi kerja
0.5% pekerja
4& pemberi kerja
1% pekerja



Gaji pokok dan tunjangan tetap
Gaji pokok dan tunjangan tetap
4.       Penerima pensiun
5%
3% pemerintah a
Gaji pokok dan tunjangan keluarga
5.       Veteran, perintis kemerdekaan dan ahli warisnya
5%
pemerintah
tunjangan
6.       Pekerja bukan penerima upah

7.       Bukan pekerja

Sesuai kelas perawatan yang dipilih
Pekerja yang bersangkutan
Kelas3: rp. 25.000
Kelas2: 42.500
Kelas1: 59.500
Kelas3: rp. 25.000
Kelas2: 42.500
Kelas1: 59.500

8.       Penerima bantuan iuran
Rp. 19.225
pemerintah


1.            Batas maksimum gaji yang diperhitungkan untuk pembayaran iuran poin b dan c adalah 2 (dua) kali Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dengan status kawin dengan 1 (satu) orang anak. Setara dengan Rp 4.725.000/bulan  berdasarkan nilai PTKP tahun 2013
2.            Tunjangan yang diperhitungkan untuk poin 5 adalah 45% dari gaji pokok PNS Gol III/A dengan masa bakti 14 tahun
3.            Adapun iuran bagi keluarga tambahan yaitu
Iuran bagi anggotan keluarga tambahan dibayarkan oleh peserta dengan besaran:
a)            1% gaji per orang per bulan Bagi peserta pekerja penerima upah sebesar;
b)            Sebesar iuran kelas akomodasi yang dipilih Bagi peserta pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja.

6. jenis jaminan sosial
                1. jaminan kesehatan
                2. jaminan kecelakaan kerja
                3. jaminan hari tua
                4. jaminan pensiunan
                5. jaminan kematian

7.Manfaat dan layanan yang didapat peserta JKN

Manfaat JKN mencakup pelayanan pencegahan dan pengobatan termasuk pelayanan obat dan bahan medis habis pakai sesuai dengan kebutuhan medis. Seperti misalnya untuk pelayanan pencegahan (promotif dan preventif), peserta JKN akan mendapatkan pelayanan:
- Penyuluhan kesehatan, meliputi paling sedikit penyuluhan mengenai pengelolaan faktor risiko penyakit dan perilaku hidup bersih dan sehat.
- Imunisasi dasar, meliputi Baccile Calmett Guerin (BCG), Difteri pertusis tetanus dan Hepatitis B (DPT-HB), Polio dan Campak.
- Keluarga Berencana, meliputi konseling, kontrasepsi dasar, vasektomi dan tubektomi
- Skrining kesehatan diberikan secara selektif yang ditujukan untuk mendeteksi risiko penyakit dan mencegah dampak lanjutan dari risiko penyakit tertentu.
- Jenis penyakit kanker, bedah jantung, hingga dialisis (gagal ginjal).

8. tentang jaminan kesehatan nasional (JKN)
Tujuan JKN  agar semua penduduk Indonesia terlindungi dalam sistem asuransi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu & terjangkau.

1.Hak : mendapatkan kartu peserta & pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
2.Fasilitas pelayanan tingkat pertama antara lain : puskesmas, klinik swasta, dokter praktek, klinik TNI/POLRI yang bekerja sama dengan BPJS.
3.Dan apabila memerlukan pelayanan tingkat lanjut maka peserta akan dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan yang bekerja sama dgn BPJS.
4. Pelayanan kesehatan yang diberikan adalah :penyuluhan kesehatan, pengobatan, keluarga berencana, imunisasi & akomodasi layanan rawat inap.
5. Kewajiban: membayar iuran & melapor kepada BPJS kesehatan saat pindah domisili atau pindah kerja.
6. JKN wajib bagi setiap penduduk termasuk orang asing yang bekerja lebih dari 6 bulan di Indonesia.
7. Peserta JKNyaitu pekerja penerima upah: orang yang bekerja & menerima upah rutin : PNS,TNI/ POLRI, Pegawai Swasta.
8. Pekerja bukan penerima upah: pekerja usaha mandiri/wiraswasta. Besar iurannya per orang/bulan. Penerima bantuan iuran (PBI) masyarakat miskin atau tidak mampu dimana iurannya dibayarkan oleh pemerintah.

9.      Prosedur pendaftaran JKN bagi pekerja mandiri
1. Peserta datang ke kantor BPJS terdekat untuk registrasi syaratnya adalah mengisi formulir, foto copy KK & KTP, pas foto 3x4 berwarna 2 lembar.
2. Pembayaran dilakukan 3 bulan pertama.
3. Kemudian kembali ke kantor BPJS dengan menunjukkan bukti pembayaran untuk mendapatkan kartu anggota.

10.  Prosedur pelayanan JKN
1. Peserta akan mendapatkan pelayanan pertama difasilitas pelayanan kesehatan tingkat I (puskesmas,klinik swasta,dokter praktek, klinik TNI/POLRI yg bekerja sama dengn BPJS.
2. Apabila memerlukan pelayanan tingkat lanjut maka peserta akan dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan sesuai sistim rujukan yang diatur dalam ketentuan yang berlaku.
3. Peserta boleh langsung ke RS yang bekerja sama dengan BPJS apabila dalam kondisi gawat darurat.
4. Ikut JKN mulai 01 januari 2014, jangan tunggu sakit menyerang
5. JKN diwajibkan untuk seluruh warga Indonesia            
Sumber:
http://www.jkn.kemkes.go.id/faq.php
http://diskes.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/informasi/artikel/detailartikel/53
https://www.facebook.com/notes/koran-fesbuk/apa-itu-jkn-dan-bpjs-kesehatan-yuk-kita-bahas-bersama/10152170077759532/